Thursday, August 14, 2014

10 Alasan Baik memilih Homeschooling



Homeschooling, atau bersekolah di rumah, dewasa ini menjadi pilihan bagi para orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Ada beberapa alasan bagus yang diberikan oleh Kathy Ceceri pada situs About.com mengapa para orang tua bisa memilih homeschooling.

BANYAK artikel mengenai mengapa orang-orang memilih melakukan homeschool adalah artikel yang menyorotinya dari sudut pandang negatif. Biasanya mereka menyoroti apa yang tidak disukai oleh orang tua dari sekolah umum.

Namun bagi banyak orang, keputusan untuk melakukan homeschool adalah lebih merupakan soal apa yang mereka ingin bawa ke dalam kehidupan mereka, bukan soal apa yang ingin mereka hindari.

Pertanyaan-pertanyaan umum mengenai galaksi



Alam semesta adalah ruang terbuka luas yang terdiri dari milyaran galaksi dan bintang-bintang. Galaksi yang kita tempati disebut Bima Sakti (dalam bahasa Inggris disebut Milky Way). Sistem tata surya kita, yang berisikan Matahari, planet-planet dan bulan-bulan yang mengitarinya, hanyalah bagian yang sangat kecil dari Bima Sakti.

1.        Bagaimana Alam Semesta terbentuk?
Jagat raya lahir lebih dari 15 milyar tahun yang lalu. Saat ini diyakini bahwa alam semesta awalnya merupakan sebuah bola api yang sangat kecil. Bola api ini kemudian membesar dan semakin membesar hingga pada suatu saat dia meledak, dan kemudian membentuk alam semesta yang saat ini kita kenal.
2.        Sebesar apakah Alam Semesta?
Tidak seorang pun yang tahu pasti, seberapa besar alam semesta kita. Setidaknya ada 100 milyar galaksi yang sampai saat ini kita ketahui. Meskipun demikian, angka ini terus bertambah seiring berkembangnya teleskop yang lebih baik dan galaksi yang kita lihat pun semakin bertambah banyak.

Mungkinkah ada bentuk kehidupan yang tidak berbasis karbon?


'Sel' tungsten oksida

Barangkali memang bukan hal yang aneh jika sampai saat ini bentuk-bentuk kehidupan yang kita kenal memiliki landasan kimiawi yang didasarkan pada atom karbon. Karbon merupakan unsur terbanyak keempat di jagat raya, setelah hidrogen, helium, dan oksigen.

Wednesday, August 13, 2014

Cara Menghemat Tinta Printer



Bosan terus-terusan mengisi ulang cartridge tinta di printer Anda? Silahkan lakukan beberapa trik sederhana yang disarankan oleh Erin Huffstetler dari About.com di bawah ini:

1.        Abaikan peringatan tinta akan habis
Apakah Anda pernah mendapatkan sebuah peringatan mengenai tinta yang akan habis pada saat Anda sedang mencetak? Abaikan dan lanjutkan proses pencetakan Anda. Dalam sebuah tes laboratorium, PC World mendapati bahwa cartridge masih berisi sekitar 8 sampai 45% tinta ketika peringatan ini muncul.

2.        Hindari jenis huruf yang mengelompok dan tebal
Jenis huruf yang padat dan tebal akan membutuhkan tinta ekstra dalam pencetakannya, jadi pilihlah huruf yang ramping dan simpanlah dalam komputer. Contoh huruf yang bisa menghemat tinta adalah Arial dan Courir New.
Ingin lebih hemat lagi? Unduhlah Ecofont, huruf gratis yang menggunakan tinta 20% lebih sedikit dengan cara menempatkan lingkaran-lingkaran kecil berwarna putih di setiap karakter.

15 Hal yang Dilakukan Oleh Guru yang Baik



15 hal yang dilakukan oleh guru yang baik

Oleh Derrick Meador

Sebagian besar dari kita beruntung pernah memiliki guru yang baik. Para guru yang baik akan melakukan hal-hal yang luar biasa untuk memastikan bahwa murid-muridnya akan menjadi orang yang berhasil. Kebanyakan dari kita pernah memiliki seorang guru yang lebih mengilhami kita dibandingkan guru-guru lainnya. Guru yang baik mampu membantu setiap muridnya untuk membangkitkan kemampuan terbaik mereka. Acapkali guru yang baik terlihat selalu bersemangat, menyenangkan, dan tampaknya selalu menjadi pemenang. Para murid mereka menanti dengan tidak sabar saat pelajaran sang guru akan dimulai. Ketika para murid itu lulus, mereka merasa sedih untuk berpisah dengan sang guru, meskipun mereka sudah dibekali kemampuan yang dibutuhkan untuk kesuksesan dalam kehidupan mereka. 

Kita jarang menjumpai guru yang baik. Banyak guru yang memiliki kemampuan, namun hanya sedikit yang “bukan sekadar mampu”. Guru yang baik menjadi inovator, komunikator, dan sekaligus seorang pendidik. Mereka memiliki rasa welas asih yang tinggi, simpatik, menawan, dan lucu. Mereka juga kreatif, cerdas, dan ambisius. Selain itu guru yang baik juga tampak selalu antusias, ramah, dan proaktif. Mereka berdedikasi, selalu terus menerus mau belajar dan menularkan pengetahuannya pada orang lain. Singkat kata, mereka orang yang total di bidangnya.

Tuesday, August 12, 2014

Ada misteri apa di balik lukisan Mona Lisa?



Setiap tahun, enam juta pengunjung dari seluruh dunia datang ke Musée du Louvre di Paris untuk memandangi lukisan Mona Lisa yang termasyhur buatan Leonardo Da Vinci. Lukisan cat minyak di atas kayu poplar ini dibuat oleh Da Vinci selama empat tahun, sejak tahun 1503 sampai 1506. Berabad-abad setelah pembuatannya, karya seni ini telah memicu berbagai perdebatan dan munculnya berbagai teori mengenai misteri yang tersembunyi di balik senyum Mona Lisa.

Siapakah Mona Lisa?
Banyak pertanyaan yang muncul selama bertahun-tahun mengenai siapakah sebenarnya perempuan yang ada dalam lukisan tersebut. Orang-orang Italia menyebutnya La Gioconda yang artinya “perempuan yang berhati ringan”. Sebutan La Joconde yang diberikan oleh orang-orang Perancis kepadanya kurang lebih memiliki arti yang sama. Sebutan tersebut telah memicu berbagai gagasan dan teori mengenai senyuman Mona Lisa.

Salah satu teori yang paling terkenal menyatakan bahwa perempuan yang ada dalam lukisan tersebut adalah Duchess of Milan yang bernama Isabella of Aragon. Da Vinci adalah pelukis yang bekerja untuk keluarga Duke of Milan selama 11 tahun dan besar kemungkinan bahwa ia telah melukis istri dari penguasa Milan itu sebagai Mona Lisa. Para peneliti lain berpendapat bahwa lukisan itu kemungkinan menggambarkan seorang perempuan bangsawan yang bernama Giuliano de’ Medici yang menjadi penguasa di Florence pada tahun 1512 sampai 1516. Gagasan terbaru yang diajukan oleh Dr. Lilian Schwartz dari Vell Labs mengatakan bahwa Mona Lisa merupakan versi feminim dari sang pelukis, yakni Da Vinci sendiri. Melalui analisis digital, Schwartz menemukan bahwa karakteristik wajah Da Vinci dan perempuan yang ada di lukisan ini persis sejajar satu sama lainnya.

Thursday, September 12, 2013

MENDIDIK ANAK BERDEMOKRASI



Bangsa kita saat ini sedang belajar menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Proses pendidikan itu akan lebih efektif bila dimulai dari dalam keluarga dan dalam dunia pendidikan formal. Usia balita (bawah lima tahun) serta usia anak-anak adalah saat yang tepat untuk mengawali proses belajar berdemokrasi. Di bawah ini panduan yang dapat membantu orang tua menanamkan nilai-nilai demokrasi dalam diri anak:

Apa sih yang dimaksud dengan mamihlatinatapai?

Di siang yang panas, udara di dalam kamar terasa tak tertahankan. Padahal pintu dan jendela sudah dibuka lebar-lebar. Andi yang sedang berba...