Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

Tuesday, August 12, 2014

Ada misteri apa di balik lukisan Mona Lisa?



Setiap tahun, enam juta pengunjung dari seluruh dunia datang ke Musée du Louvre di Paris untuk memandangi lukisan Mona Lisa yang termasyhur buatan Leonardo Da Vinci. Lukisan cat minyak di atas kayu poplar ini dibuat oleh Da Vinci selama empat tahun, sejak tahun 1503 sampai 1506. Berabad-abad setelah pembuatannya, karya seni ini telah memicu berbagai perdebatan dan munculnya berbagai teori mengenai misteri yang tersembunyi di balik senyum Mona Lisa.

Siapakah Mona Lisa?
Banyak pertanyaan yang muncul selama bertahun-tahun mengenai siapakah sebenarnya perempuan yang ada dalam lukisan tersebut. Orang-orang Italia menyebutnya La Gioconda yang artinya “perempuan yang berhati ringan”. Sebutan La Joconde yang diberikan oleh orang-orang Perancis kepadanya kurang lebih memiliki arti yang sama. Sebutan tersebut telah memicu berbagai gagasan dan teori mengenai senyuman Mona Lisa.

Salah satu teori yang paling terkenal menyatakan bahwa perempuan yang ada dalam lukisan tersebut adalah Duchess of Milan yang bernama Isabella of Aragon. Da Vinci adalah pelukis yang bekerja untuk keluarga Duke of Milan selama 11 tahun dan besar kemungkinan bahwa ia telah melukis istri dari penguasa Milan itu sebagai Mona Lisa. Para peneliti lain berpendapat bahwa lukisan itu kemungkinan menggambarkan seorang perempuan bangsawan yang bernama Giuliano de’ Medici yang menjadi penguasa di Florence pada tahun 1512 sampai 1516. Gagasan terbaru yang diajukan oleh Dr. Lilian Schwartz dari Vell Labs mengatakan bahwa Mona Lisa merupakan versi feminim dari sang pelukis, yakni Da Vinci sendiri. Melalui analisis digital, Schwartz menemukan bahwa karakteristik wajah Da Vinci dan perempuan yang ada di lukisan ini persis sejajar satu sama lainnya.

Tuesday, February 26, 2013

YAJE, JENDELA SUPRANATURAL


Dunia tak kasat mata memang sulit dibuktikan keberadaannya. Namun, dari beberapa temuan tertulis beberapa suku bangsa di Amerika Selatan mampu menyadari kehadiran para roh melalui upacara minum anggur.

Ayahuasca atau yaje buatan Peru
Halusinogen atau zat pemicu halusinasi yang banyak disalahgunakan oleh sebagian remaja kota besar dalam zaman modern ini, ternyata telah dikenal masyarakat tradisional zaman dulu. Zat itu sering terdapat dalam tanaman, seperti kecubung, kaktus peyote yang mengandung psilocybin, DMT (dimetiltriptamin, zat sintetik), STP – sintetik halusinogen yang efeknya seperti LSD (lysergik acid diethylamide), dan amfetamin.
Adalah hutan hujan Amazon dan lembah Orinoco, yang terletak di Kolumbia dan Ekuador, tempat tumbuh sejenis tanaman anggur rambat yang oleh para ahli botani disebut Banisteriopsis caapi. Bila batangnya direbus atau direndam air kemudian diracik dengan bahan-bahan alamiah lainnya, hasilnya adalah bahan halusinogenik yang mereka sebut Yaje (baca: ya-hei) atau Ayahuasca – Anggur bagi Sang Jiwa.

Membantu dukun meramal
Anggota masyarakat modern banyak yang terjerumus menggunakan zat halusinogen sebagai “gerbang ajaib” untuk melarikan diri dari kenyataan pahit kehidupan. Dengan cara penggunaan yang cenderung salah, yang didapatkan justru “perjalanan” yang tidak bisa diramalkan, tidak menyenangkan, bahkan berakibat kematian. Lain halnya dengan masyarakat terasing di Amazon.
Dalam tradisi mereka telah terbentuk kepercayaan dasar yang menganggap suci upacara minum Yaje. Amaru atau dukun wanita, kendi tempat abu sembahyang, dan roh di alam semesta adalah bagian dari kenyataan.

Sunday, January 27, 2013

BURTON AGNES HALL : Rumah hantu terkenal di Inggris.



Bahwa Inggris terkenal dengan rumah-rumah hantu kiranya bukan berita baru lagi. Apakah hantu-hantu “asli” ataukah hanya bayangan orang ketakutan, entahlah. Namun cerita-cerita hantu ini kami kutip dari buku “Haunted Houses” karangan Aidan Chambers. Mengenai “kebenarannya” penulis buku juga tidak berani memberi jaminan, tetapi ceritanya toh cukup ngeri untuk jangan dibaca menjelang tidur.

Burton Agnes Hall
Owd Nance dan tengkoraknya
Burton Agnes Hall ialah rumah gaya Jacobian di East Riding Yorkshire. Letaknya dekat dengan desa kecil antara Bridlington dan Driffield.
Rumah itu dibangun oleh tiga bersaudara perempuan. Mereka tidak pernah menikah dan waktu ayah mereka meninggal, mereka ditinggali warisan lumayan besar.
Salah satu dari ketiga saudara itu, Anne, merasa bahwa mereka harus membangun rumah yang sesuai dengan kekayaan dan martabatnya. Untuk mewujudkan ide itu mereka minta bantuan arsitek tukang-tukang seniman paling hebat. Pekerjaan mereka diteliti sampai detail-detail terkecil. Menurut orang-orang yang tinggal di sekitarnya, Owd Nance masih berkeliaran di situ sampai sekarang. Semuanya gara-gara gelandangan.
Peristiwa ini terjadi ketika rumahnya sudah selesai. Semua dibuat seperti yang diharapkan. Pada suatu hari Anne pergi berkunjung ke keluarga St. Quintin yang tinggal tak jauh dari Harpham. Ia pergi seorang diri, biar pun ia harus berjalan kaki sekitar 2 km bersama anjingnya.

Sunday, March 4, 2012

LAUT “BERDARAH” DI AMERIKA


Kadang-kadang air di Teluk Maine, timur laut Amerika, warnanya kemerah-merahan. Orang Amerika menyebutnya Red tides. Gejala itu muncul secara teratur antara bulan April dan November. Pewarnaan air itu demikian menyolok, sehingga mudah dilihat pada hasil pemotretan satelit. Penyebab Red tides adalah ganggang bersel satu Gonyaulax tamarensis. Selama musim dingin, tanaman mini itu beristirahat di dasar laut. Di musim semi mereka muncul kembali. Mereka berkembang biak dengan cepat. Karena jumlahnya yang luar biasa, air laut menjadi berwarna merah (satu liter air laut mengandung jutaan ganggang).
G. tamarensis beracun. Ganggang ini memproduksi sejenis racun saraf yang bisa mematikan keong-keongan. Manusia dan binatang yang memakan keong yang sudah teracuni itu juga akan mengalami bahaya. Setiap tahun, masa mekar ganggang itu sesuai dengan tanaman lain yang tumbuh di darat. Perbedaannya adalah tanaman darat terbangun dari istirahat musim dinginnya karena suhu dan jumlah sinar (hari bertambah panjang) sedangkan apa yang menyebabkan G. tamarensis muncul di permukaan pada musim semi, sampai sekarang tidak jelas. Selama musim dingin, ganggang tersebut berada jauh di dalam laut. Di sana suhu udara konstan dan tidak ada sinar matahari.
Peneliti Donald Anderson dan Bruce Keafer dari lembaga Oceanografi Woods Hole di Massaghussets mengira, bahwa ganggang itu terkena reaksi jam biologis dalam dirinya. Jam biologis menentukan ritme hidup organisma. Jam biologis manusia misalnya menentukan ritme bangun tidur.
Migrasi burung dan tidur musim dingin juga ditentukan oleh jam biologis. Bagaimana jam seperti itu bekerja juga tidak jelas. Yang pasti ialah bermacam-macam faktor luar memegang peranan dan ada juga faktor dari dalam tubuh. Ritme bangun tidur manusia juga tidak terlalu terganggu kalau orang percobaan terus berada dalam kegelapan yang mengakibatkan tidak ada perbedaan antara siang dan malam. Hal yang sama juga ditemukan pada G. tamarensis. Andersan dan Keafer merupakan orang-orang pertama yang membuktikan bahwa ritme tahunan ganggang bersel satu itu diatur oleh jam biologis dalam dirinya (Nature)

Detil artikel: diambil dari majalah Sigma no. 32

Monday, January 2, 2012

CACING MAUT MONGOLIA


Di bawah bukit-bukit pasir yang panas di gurun Gobi bergentayangan sesosok mahluk yang sangat ditakuti oleh orang-orang penghuni dataran Mongolia. Mereka bahkan takut menyebutkan namanya. Ketika membicarakan mahluk ini, orang-orang Mongol menyebutnya ‘Allghoi khorkhoi’ yang artinya ‘cacing usus’ sebab monster ini gemuk, memanjang, dan warnanya merah, mirip dengan usus sapi.
Cacing raksasa ini, yang panjangnya mencapai satu meter lebih, bisa membunuh orang dalam waktu yang singkat. Bagaimana ia melakukannya, tidak ada yang tahu pasti. Beberapa orang meyakini cacing itu menyemburkan racun yang mematikan, sementara orang-orang lain percaya bahwa cacing itu bisa mengeluarkan arus listrik yang besar. Bagaimanapun caranya, cacing itu bisa membunuh dengan cepat dan melakukannya dari jarak jauh. Di dunia Barat, cacing itu disebut “Mongolian Deathworm”.
Para penduduk dataran Mongolia yang merupakan suku-suku nomaden percaya bahwa cacing raksasa itu menyemburkan asam ke arah mangsanya sehingga tubuh mangsanya akan berubah warna menjadi kuning seolah-olah berkarat. Legenda mengatakan bahwa ketika mahluk ini akan menyerang, ia akan menegakkan setengah tubuhnya bangkit dari dalam pasir dan mulai menggelembung hingga kemudian meledak dan memuncratkan racun mematikan ke arah korbannya. Begitu mematikan racunnya sehingga korbannya akan mati saat itu juga.
Karena Mongolia berada di bawah kekuasaan Soviet hingga tahun 1990, hanya sedikit yang diketahui mengenai cacing maut ini oleh orang Barat. Baru di tahun-tahun belakangan ini, para peneliti bisa mencari bukti-bukti atas keberadaan cacing itu. Ivan Mackerle, salah satu peneliti terkenal dalam kasus Monster Loch Ness, melakukan penyelidikan di wilayah itu dan mewawancarai orang-orang Mongol mengenai mahluk itu. Karena laporan-laporan penampakan terdengar terlalu mengada-ada dan kematian yang menimpa korban terlalu aneh, Mackerle menyimpulkan bahwa kisah tentang cacing maut ini tidak lebih dari legenda belaka. Tidak ada seorang pun yang benar-benar yakin, apa sebenarnya cacing itu. Para pakar yakin bahwa mahluk itu tentu bukanlah cacing, gurun Gobi terlalu panas bagi hewan annelida. Beberapa pakar mengatakan bahwa kemungkinan mahluk itu adalah sejenis sigung yang memiliki kaki yang kecil dan kulit yang bersisik sebab beberapa saksi menyebutkan secara spesifik bahwa mahluk yang mereka lihat tidak memiliki tungkai kaki dan tubuh yang licin. Penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa mahluk itu sebenarnya sejenis ular yang sangat berbisa. Meskipun orang-orang Mongol percaya akan adanya cacing maut itu, akan butuh penelitian selama bertahun-tahun untuk meyakinkan komunitas ilmiah di dunia akan keberadaannya.
                                                                                                                
Dari buku 100 Most Strangest Mysteries

LUSCA DAN FENOMENA ST. AUGUSTINE


Diorama yang menggambarkan gurita raksasa
Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan “Kita lebih mengenal permukaan bulan dibandingkan apa yang ada di dasar lautan terdalam”. Pepatah ini semakin lama semakin terbukti relevan. Mahluk seperti apa yang sebenarnya bergentayangan di dasar samudera?
Di sekitar kepulauan Bahama dan pantai di wilayah tenggara Amerika ada kisah tentang gurita raksasa yang menangkapi para perenang dan perahu-perahu kecil yang tersesat di lautan. Orang-orang di kepulauan itu menyebutnya ‘Lusca’ dan meyakini gurita tersebut bersemayam di gua-gua bawah laut. Meskipun demikian, tidak pernah ada seorang pun yang pernah melihat mahluk seperti itu di lautan atau mungkin bisa selamat untuk menceritakannya.
Di suatu sore di bulan November 1896, dua orang laki-laki sedang bersepeda di sepanjang pantai di kota mereka St. Augustine, Florida. Ketika mereka melihat ke arah pantai, mereka melihat sebuah bangkai berukuran raksasa. Panjang bangkai itu sekitar 7 meter, lebarnya 5,4 meter, tingginya mencapai 1,2 meter, dan tampaknya mahluk itu memiliki banyak kaki. Kedua orang itu memutuskan untuk melaporkannya pada Dr. Dewitt Webb, pendiri St. Augustine Historical Society and Institute of Science, yang kemudian datang untuk menyelidiki bangkai tersebut. Webb memotret bangkai tersebut dan mencatat bahwa bangkai tersebut memiliki warna merah muda keperakan, dan mengambil sampel dari bangkai itu. Webb mencatat bahwa kulit bangkai itu kebal pukulan kapak, tebal kulit mencapai tiga setengah inci. Ia juga memperkitakan bahwa bobot bangkai itu sekitar enam hingga tujuh ton. Dibutuhkan empat ekor kuda dan sejumlah orang penduduk setempat untuk bekerja keras menyeretnya sepanjang 12 meter untuk menghindari gulungan ombak.

Thursday, December 29, 2011

MONSTER LOCH NESS


Konon, Nessie adalah sejenis Plesiosaurus seperti ini.
Dari semua mahluk mitos di dunia, yang paling terkenal, paling diburu, dan paling banyak diperbincangkan tentulah “Nessie” sang Monster Loch Ness. Mahluk ini (yang entah kenapa orang-orang selalu menganggapnya berjenis kelamin betina) acap menjadi fenomena pertama yang disebutkan ketika orang-orang membicarakan soal misteri tak terpecahkan. Ia adalah selebriti internasional yang bisa jadi telah mendatangkan lebih banyak uang bagi Skotlandia dibandingkan tempat wisata lainnya di negara itu. Ada film-film dokumenter, acara-acara televisi, film-film layar lebar, dan bahkan film kartun tentangnya. Namun sekalipun ia boleh dibilang muncul tiap tahun di danau itu, tampaknya Nessie masih malu-malu untuk memulai karirnya dalam penyelidikan ilmiah. Jadi, apakah memang Nessie ini benar-benar sesosok mahluk aneh, yang tersesat dalam alur waktu, dan bergentayangan di dasar Loch Ness?
Loch Ness adalah sebuah danau sepanjang 24 mil yang terletak di Great Glenn, sebuah retakan panjang yang membelah Dataran Tinggi Skotlandia menjadi dua bagian. Loch (yang dalam bahasa Gaelic artinya “danau”) ini dalamnya mencapai 1000 kaki (304,8 meter) dan, di beberapa tempat, lebarnya mencapai satu setengah mil (atau sekitar 2,4 km).
Kisah pertama mengenai adanya sesosok monster yang hidup di perairan itu berasal dari tahun 565 AD yang menceritakan tentang penyelamatan seseorang yang berenang di danau itu oleh Saint Columba. Para pakar saat ini umumnya berpendapat bahwa saat itu sebenarnya Saint Columba hanyalah berhadapan dengan hewan laut biasa yang entah bagaimana bisa masuk ke dalam danau. Meskipun danau itu terus menjadi tempat terjadinya penampakan-penampakan aneh, baru pada abad ke-20-lah fenomena tersebut benar-benar menyebar luas.

Tuesday, December 27, 2011

Manusia Kelabu dari Gunung MacDhui


Panorama Ben MacDhui dilihat dari Cairngrom
Di dataran tinggi Skotlandia terdapat sebuah gunung dimana banyak orang merasakan ketakutan yang amat sangat yang tidak pernah mereka alami sebelumnya. Ketika kabut bergulung-gulung menyelimuti tiang-tiang dari tumpukan batu, mereka yang pernah ke gunung itu mengatakan ada sosok mahluk besar dan menakutkan yang bergentayangan di sana. Mereka menyebut mahluk itu ‘Am Fear Liath Mor’, atau ‘Si Manusia Kelabu’. Beberapa orang melihatnya sebagai sosok tua yang memakai jubah, yang lain mengatakan bahwa sosok itu adalah raksasa, bahkan ada yang mengatakan bahwa sosok itu adalah iblis. Mahluk itu tidak saja mengancam lewat kekuatan fisik namun juga menyebabkan perasaan depresi yang membuat orang nyaris bunuh diri dan panik jika didekati olehnya.
Ben MacDhui atau Gunung MacDhui adalah gunung tertinggi kedua di Skotlandia. Gunung ini tegak menantang dan menjadi ajang pengujian bagi para pendaki berpengalaman. Banyak di antara para saksi yang melihat, atau merasakan keberadaan, Manusia Kelabu itu adalah para pendaki gunung yang tangguh, bukan jenis orang yang mendaki untuk bersenang-senang semata.
Orang pertama yang menceritakan pengalamannya bertemu dengan penghuni gunung itu adalah Profesor Norman Collie. Collie adalah seorang pendaki gunung yang terkenal dan dihormati, namun ketika ia berpidato di Cairngorm Club di tahun 1925, para hadirin di pertemuan itu benar-benar dibuat tertegun.

Thursday, December 22, 2011

BIGFOOT


Benarkah Bigfoot sebesar ini? Model bigfoot di sebuah museum di AS
Di pedalaman Amerika Utara sesosok mahluk berbentuk seperti kera yang legendaris bersembunyi dalam kegelapan. Dengan tinggi tubuh lebih dari tujuh kaki dan badan berotot yang besar sekali, pastilah sulit baginya untuk tetap tersembunyi. Orang-orang yang pernah melihatnya mengatakan bahwa mahluk ini bisa menghilang begitu saja ke dalam kegelapan. Seperti halnya manusia, ia berjalan tegak namun rambut-rambut berwarna hitam yang menutupi sekujur tubuhnya mengindikasikan bahwa mahluk ini bukanlah spesies Homo sapien. Tidak pernah ada mayat, tulang belulang, atau bekas-bekasnya yang pernah ditemukan meskipun sudah lebih dari dua abad pencarian dilakukan. Satu-satunya bukti yang kita miliki mengenai mahluk mitos ini adalah jejak kaki yang sangat besar. Itulah sebabnya kita menyebutnya “bigfoot” alias si kaki besar.
            Seperti halnya monster-monster legendaris lain dalam cerita-cerita masyarakat Pribumi Amerika, Bigfoot merupakan salah satu bagian penting dalam kisah-kisah tradisional setempat. Orang-orang pribumi menyebutnya ‘Sasquatch’, “raksasa berbulu yang berdiam di hutan-hutan”. Namun yang membuatnya terkenal adalah pertemuannya dengan para pendatang dari Eropa.
Pada tahun 1811, David Thompson, seorang pedagang kulit putih, sedang berada di kawasan utara Pegunungan Rocky ketika ia menemukan rangkaian jejak kaki besar berukuran 14 kali 8 inci. Selama bertahun-tahun, kisah tentang Sasquatch menyebar dan pada tanggal 4 Juli 1884, koran Daily Colonist di British Columbia mengumumkan bahwa seorang awak kereta api berhasil menangkap sesosok mahluk tak dikenal. Ternyata mahluk gempal berbulu yang ditangkapnya itu hanyalah seekor simpanse.

Wednesday, December 21, 2011

HEWAN MISTERIUS DI BODMIN


Benarkah ini jejaknya? Koin di sebelahnya menunjukkan skala jejak ini.
Entah sebenarnya hewan ini adalah sebangsa kucing khas daerah tersebut yang sebelumnya pernah dianggap telah punah ataukah sebenarnya hewan ini adalah hewan piaraan eksotis yang kabur,  yang jelas, hewan ini adalah mahluk selalu muncul. Memang, penampakan mahluk yang tampak seperti panther terus terjadi dan, tidak seperti mahluk-mahluk misterius lainnya, teknologi modern akhirnya ikut menguatkan keberadaan mahluk ini.
Bodmin Moor adalah sebuah wilayah yang menjadi bagian dari sebuah Taman Nasional di Cornwall, barat daya Inggris. Sejak tahun 1983 sudah ada lebih dari enam puluh penampakan kucing besar di wilayah tersebut dan beberapa peneliti mengatakan bahwa kemungkinan ada populasi hewan tersebut yang berkembang biak di dataran tinggi itu. Dan memang, salah satu penampakan paling baru adalah penampakan induk dan anaknya yang masih kecil. Meskipun demikian, tak peduli seberapa banyak kesaksian dari saksi-saksi yang bisa dipercaya, sebuah laporan Pemerintah Inggris pada tahun 1995 menyimpulkan bahwa tidak ada bukti mengenai keberadaan kucing-kucing besar di dataran tinggi itu.

Tuesday, December 6, 2011

APAKAH YANG DISEBUT YETI?


Seperti halnya Bigfoot dari Amerika Utara, Yeti atau Manusia Salju Buruk Rupa adalah sosok hominid bipedal (berjalan dengan dua kaki) yang dikabarkan benar-benar ada dan menjadi subjek dalam Kriptozoologi. Konon Yeti tinggal di pengunungan Himalaya, sebuah gunung di perbatasan negara Nepal dan Tibet, dan sudah sejak lama menjadi bagian legenda lokal di kalangan penduduk setempat. Di akhir abad ke-19, untuk pertama kalinya cerita mengenai Yeti didengar oleh masyarakat dunia Barat. Pada tahun 1921, istilah “Abominable Snowman” atau Manusia Salju Buruk Rupa dicetuskan setelah Ekspedisi Pencarian Everest dari Royal Geographical Society kembali ke Inggris dengan membawa cerita tentang “Manusia Liar di tengah Salju” yang mereka dengar dari para Sherpa pemandu mereka
.
Awal abad ke-20 menunjukkan adanya peningkatan penampakan Yeti oleh orang-orang Barat yang sedang memulai ekspedisi mereka ke Himalaya. Pada tahun 1950an, minat akan mahluk pemalu ini mengalami puncaknya, khususnya karena adanya “Ekspedisi Manusia Salju” yang diorganisir oleh Daily Mail, sebuah koran di Inggris, pada tahun 1954 yang menghasilkan foto gambaran Yeti yang dibuat oleh penduduk setempat dan sebuah foto jejak kaki hewan yang tidak diketahui jenisnya. Atrikel koran di tahun yang sama mengenai rambut yang disebut-sebut sebagai rambut Yeti juga turut membangkitkan minat masyarakat. Sampel rambut itu dikirimkan ke Profesor Prederic Wood Jones untuk di analisis dan diketahui berasal dari rambut hewan yang tak dikenal. Analisis spesimen lainnya, kali ini dilakukan pada sampel kotoran yang disebut-sebut sebagai kotoran Yeti pada tahun 1959, mengungkapkan bahwa kotoran itu mengandung parasit yang tidak dikenal dan mengindikasikan hewan inang yang juga tak dikenal.

Tuesday, July 5, 2011

MISTERI MARY CELESTE


Sebenarnya kisah tentang Mary Celeste bukanlah kisah hantu, tapi gara-gara ulah satu penulis fiksi ternama sepanjang masa kisah tentang kapal ini menjadi salah satu legenda yang paling membingungkan dalam misteri di lautan. Penulis itu adalah Sir Arthur Conan Doyle yang ketika ia masih merupakan seorang penulis muda ditugasi untuk menulis kisah tentang sebuah kapal yang berlayar di Samudera Atlantik dengan kondisi yang masih sangat baik namun anehnya tidak ada anak buah kapal maupun penumpang di dalamnya. Arthur merubah sedikit namanya menjadi Marie Celeste dan menambahkan unsur-unsur fiksi di dalamnya. Meskipun demikian, fakta-fakta yang ada mengenai kapal ini sebenarnya sudah cukup aneh dan hingga hari ini tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka yang naik di kapal Mary Celeste.

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN AVALON?

Avalon adalah sebuah tempat kemana Raja Arthur dibawa setelah ia mendapatkan luka yang mematikan dalam peperangan. Meskipun dianggap sebagai mitos semata, ada beberapa situs yang dipertimbangkan sebagai Avalon.

Thursday, April 21, 2011

BENARKAH ALCATRAZ BERHANTU?

Alcatraz, penjara federal Amerika paling keras, terpencil, dan paling muram yang terletak di sebuah pulau karang di Teluk San Francisco itu konon dihantui suara-suara yang tampaknya berkaitan dengan para narapidana dan kekerasan yang terjadi di masa lalu di tempat itu.

Pada mulanya Alcatraz, yang nama aslinya adalah La Isla de Los Altraces (Pulau Para Pelikan), merupakan sebuah benteng dan penjara tentara. Pada tahun 1934, pulau itu berganti menjadi sebuah penjara federal. Narapidana-narapidana besar dimasukkan ke pulau itu semata-mata untuk dihukum, bukan untuk direhabilitasi. Kondisi pada saat itu benar-benar brutal dan nyaris tidak mungkin untuk kabur dari pulau itu. Penjara itu ditutup pada tahun 1963 dan hingga saat ini menjadi objek wisata.

KUTUKAN SANG FIRAUN

Di paruh terakhir abad kesembilanbelas, seorang arkeolog muda berkebangsaan Inggris bernama Howard Carter percaya bahwa makam ‘Sang Raja Muda’, firaun Tutenkhamun, yang belum pernah ditemukan berada di suatu tempat di Mesir. Carter tiba pertama kali di Mesir pada tahun 1891 dan akhirnya memperoleh dana untuk penggalian arkeologisnya dari Lord Carnavorn di tahun 1917. Setelah lima tahun hanya berhasil melakukan penggalian kecil-kecilan, Carnavorn memberikan dana sebagai kesempatan terakhir Carter melakukan penggaliannya. Pada tanggal 4 November 1922, tim Carter menemukan sebuah tangga menuju lantai batu di Lembah Raja-Raja. Ketika mereka menggali dan menyingkirkan material yang menutupinya, mereka menemukan undak-undakan yang berujung di sebuah pintu yang bertuliskan ‘Tutenkhamun’. Carter memerintahkan anggota timnya untuk menghentikan penggalian hingga Lord Carnavorn tiba di tempat itu dan dengan segera ia mengirimkan sebuah telegram ke Inggris.

MANUSIA EMAS EL DORADO

Ketika para Conquistador menyerang dan menjarah kebudayaan kuno Aztek dan Inca, para tetua suku itu menceritakan pada mereka tentang rumor yang luar biasa. Mereka mengatakan bahwa ada sebuah suku yang tinggal jauh di dalam rimba yang tubuh rajanya diselimuti oleh bubuk emas dan berenang di danau emas. Inilah kisah tentang ‘El Dorado’ atau ‘Manusia Emas’. Salah satu orang Spanyol yang dikirim untuk menemukan tanah fantasi itu adalah Jimenez de Quesada. Pada tahun 1536, Quesada dan 500 orang prajurit masuk ke wilayah rimba di sebelah baratlaut dari wilayah yang kini disebut Columbia. Setelah beberapa hari melewati saat-saat yang sangat keras untuk menembus hutan rimba yang rapat dan berbahaya, mereka sampai di sebuah dua perkampungan suku Chibcha, sebuah suku yang memiliki kekayaan yang berlimpah. Mereka memiliki emas, perak, dan berbagai batu permata, namun mereka tidak mengetahui kisah tentang ‘El Dorado’. Meskipun demikian, mereka mengatakan kepada Quesada bahwa ada sebuah danau di tengah-tengah lubang kawah vulkanis di atas dataran tinggi Bogota, yang letaknya tak jauh dari perkampungan itu.

AREA 51

Di suatu tempat di gurun Nevada terdapat sebuah pangkalan militer yang kehadirannya diselimuti oleh kerahasiaan. Pemerintah AS yang bahkan menyangkal keberadaannya. Pangkalan itu dibangun bersama-sama oleh CIA dan semua pilot, kru darat, dan staff yang pensiun dini dari departemen militer awal mereka dan bergabung dengan CIA sebelum akhirnya bekerja di tempat itu. Sebagai sebuah instalasi milik CIA, pangkalan ini beroperasi sendiri, lepas dari departemen pemerintah lainnya. Hingga saat ini, tanda yang ada di pintu masuk pangkalan itu memperingatkan kepada semua pengunjung bahwa mereka tidak memiliki hak secara hukum untuk berada di kawasan itu dan penjaga-penjaga bersenjata mengawasi batas-batas wilayahnya. Inilah tempat rahasia mengenai UFO yang paling terkenal yang sekarang menjadi titik ziarah para pengamat alien. Inilah Area 51.

Tuesday, April 19, 2011

APAKAH YANG DISEBUT “NESSIE” ITU?

“Nessie” adalah nama julukan yang diberikan pada Monster Loch Ness, sesosok mahluk air legendaris yang disebut-sebut menghuni perairan Loch Ness, Skotlandia. Bersama-sama dengan mahluk-mahluk lain seperti Bigfoot dan Chupacabra, Nessie merupakan subjek terkenal dalam ilmu Kriptozologi.

Apa sih yang dimaksud dengan mamihlatinatapai?

Di siang yang panas, udara di dalam kamar terasa tak tertahankan. Padahal pintu dan jendela sudah dibuka lebar-lebar. Andi yang sedang berba...