Sunday, March 17, 2013

TANGGA PARA BIDADARI JELITA


Pelangi Horizontal
Pelangi memang fenomena alam yang dikenal akrab dalam kehidupan sehari-hari sebagai benda indah berbentuk busur warna-warni yang serasi. Pelangi seolah-olah menghubungkan langit dan bumi. Barangkali karena itu dalam dongeng rakyat ia dipercaya sebagai tangga bagi turun-naiknya para bidadari jelita dari kayangan menuju arcapada (bumi), untuk mandi atau mengambil air buat persediaan di kayangan.
Fenomena alam itu kerap muncul ketika hari hujan. Tetapi sebenarnya tak hanya berlaku bagi air hujan, juga semburan air laut saat kapal melesat kencang, pendaran air di sekitar air terjun, bahkan tetes-tetes embun di jaring laba-laba, dsb.
Sinar matahari yang putih sesungguhnya gabungan dari berbagai sinar – merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu – yang panjang gelombangnya berbeda-beda. Pelangi muncul ketika sinar matahari mengenai setetes bola air, lalu tiap unsur warnanya mengalami pembelokan dengan sudut yang berbeda-beda sampai tiga kali. Pertama, ketika menembus dinding bola titik air. Kedua, sewaktu direfleksikan pada dinding dalam bola itu, dan ketiga saat meninggalkan bola air, kembali ke udara. Karena gelombangnya terpanjang, sinar merah muncul pada sisi terluar busur pelangi, sedangkan sinar hijau yang memiliki gelombang terpendek, paling dalam.

VERTIGO, MIGREN, PUSING TUJUH KELILING


Jenis, rasa, dan penyebab sakit kepala banyak macamnya. Nampaknya saja sepele, tetapi hendaknya jangan dianggap enteng. Siapa tahu sakit kepala itu gejala penyakit tertentu.

Gending peperangan ditabuh bertalu-talu, mengiringi dua raksasa yang sedang bertarung. Tiba-tiba, ”Aduuuuh, sirahku cekot-cekot (kepalaku berdenyut-denyut)!” Ki dalang memijat-mijat pelipisnya. Perang tanding berhenti. Begitu menenggak obat, ia pun berseru, “Oyee.....!”. Cekot-cekot di kepala ki dalang nampaknya kontan amblas. Peperangan diteruskan. Tetapi sehabis itu muncul pesan, “Kalau sakit berlanjut, segera hubungi dokter!”
Itu lakon singkat sebuah pariwara produk obat sakit kepala di televisi. Yang menarik, ki dalang tiba-tiba kok menghentikan permainannya di tengah pertunjukan hanya karena cekot-cekot kepalanya. Ini tak lazim. Tetapi biar saja. Itu urusan mereka yang mengerti soal etika pedalangan. Yang lebih menarik buat kita adalah pesan yang bijak itu: kalau sakit kepala tak junjung reda, meski sudah minum obat, harus cepat-cepat ke dokter.

Pusing gara-gara utang
Sakit kepala, puyeng, pusing, pening, atau apapun istilahnya, memang sangat mengganggu. Cetusan rasanya macam-macam. Kliyengan atau sempoyongan, nyeri separuh kepala, pegal, mabuk, kepala serasa diputar-putar, atau cekot-cekot seperti ki dalang. Lalu masih seabrek rasa pusing lainnya yang seringkali sulit diucapkan dengan kata-kata untuk menggambarkan bagaimana persisnya rasa sakit itu menyerang.
Walaupun sakit kepala sangat mengganggu kesibukan sehari-hari, sebagian besar tidak berhubungan dengan penyakit yang serius. Bahkan beberapa di antaranya hilang setelah beristirahat cukup di ruang yang tenang, apalagi dengan diiringi musik yang mengalun lembut. Atau mereda setelah makan obat bebas yang tersedia di rumah.

Wednesday, March 13, 2013

CEPLUKAN SEBAGAI SANTAPAN EKSKLUSIF


Ceplukan kita sebentar lagi mungkin menjadi mata dagangan komersial. Soalnya, buahnya sudah jadi santapan eksotis di kalangan eksekutif Prancis. Tony Luqman Lutony menuturkannya lebih lanjut untuk kita.

Buah itu hanya disantap kalangan eksekutif di hotel berbintang dan restoran besar sebagai les fruit murs yang rasanya khas. Para penikmat yang akan mencicipinya di hotel dan restoran terpaksa antre. Setelah makan buah ceplukan, baru mereka dihidangi salad, roti, keju, daging, dan makanan lainnya.
Prancis ternyata mau bersusah-susah mendatangkan buah itu dari Benin dan Pantai Gading, Afrika Tengah. Di sana tanaman itu sudah lama dibudidayakan dan tidak lagi dianggap sebagai gulma seperti di Indonesia, tapi komoditi komersial. Dengan kenyataan ini, tentunya ada peluang bagi negara lain (termasuk Indonesia), untuk mengusahakan ceplukan sebagai komoditi ekspor.
Ternyata tidak hanyaorang Prancis yang menyukai buah ini, tapi orang Eropa lainnya, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan juga.
“Siapa pun yang berhasil mendahului mengadakan terobosan ekspor bagi buah ceplukan ini, pasti untung besar!” tutur Ir. Agung Nugroho, M.Sc. dalam tabloid mingguan Agrobis. Sebagai dosen spesialis gulma di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, ia sedang meneliti kemungkinan pembudidayaan ceplukan sebagai tanaman holtikultura baru di Indonesia.
Sampai sekarang, buah ceplukan memang belum bernilai komersial. Tapi di sekitar Blitar, buah itu sudah masuk pasar, meskipun tidak setiap hari ada, karena minimnya produksi.

Mirip Lentera
Tanaman ini tumbuh liar di lahan kosong, pekarangan rumah, atau di tempat lain yang tanahnya tidak becek, baik di dataran rendah maupun tinggi, di berbagai pelosok sampai ia diberi segudang nama daerah. Ciciplukan dan nyor-nyoran di Bali dan Madura. Cecenetan di Jawa Barat, ceplukan di Jawa Tengah, dan masih banyak lagi nama daerah lainnya.

Tuesday, February 26, 2013

YAJE, JENDELA SUPRANATURAL


Dunia tak kasat mata memang sulit dibuktikan keberadaannya. Namun, dari beberapa temuan tertulis beberapa suku bangsa di Amerika Selatan mampu menyadari kehadiran para roh melalui upacara minum anggur.

Ayahuasca atau yaje buatan Peru
Halusinogen atau zat pemicu halusinasi yang banyak disalahgunakan oleh sebagian remaja kota besar dalam zaman modern ini, ternyata telah dikenal masyarakat tradisional zaman dulu. Zat itu sering terdapat dalam tanaman, seperti kecubung, kaktus peyote yang mengandung psilocybin, DMT (dimetiltriptamin, zat sintetik), STP – sintetik halusinogen yang efeknya seperti LSD (lysergik acid diethylamide), dan amfetamin.
Adalah hutan hujan Amazon dan lembah Orinoco, yang terletak di Kolumbia dan Ekuador, tempat tumbuh sejenis tanaman anggur rambat yang oleh para ahli botani disebut Banisteriopsis caapi. Bila batangnya direbus atau direndam air kemudian diracik dengan bahan-bahan alamiah lainnya, hasilnya adalah bahan halusinogenik yang mereka sebut Yaje (baca: ya-hei) atau Ayahuasca – Anggur bagi Sang Jiwa.

Membantu dukun meramal
Anggota masyarakat modern banyak yang terjerumus menggunakan zat halusinogen sebagai “gerbang ajaib” untuk melarikan diri dari kenyataan pahit kehidupan. Dengan cara penggunaan yang cenderung salah, yang didapatkan justru “perjalanan” yang tidak bisa diramalkan, tidak menyenangkan, bahkan berakibat kematian. Lain halnya dengan masyarakat terasing di Amazon.
Dalam tradisi mereka telah terbentuk kepercayaan dasar yang menganggap suci upacara minum Yaje. Amaru atau dukun wanita, kendi tempat abu sembahyang, dan roh di alam semesta adalah bagian dari kenyataan.

Saturday, February 23, 2013

BENDERA



Saat berkibar-kibar, bendera memang memikat mata. Namun di saat lain, ia bisa menyebabkan orang rela mengorbankan nyawa.
Nenek moyang “bendera” diduga berupa pita-pita yang berkibar-kibar serupa bendera yang dipasang pada tiang. Simbol itu telah digunakan bangsa Mesir beberapa ribu tahun lalu dalam peperangan dengan harapan dewa akan menolong mereka meraih kemenangan. Tradisi itu diikuti oleh bangsa Syria, selanjutnya Yunani, dan Romawi.
Dalam peperangan bendera memang penting. Jenderal akan segera mengetahui posisi pasukan dengan melihat letaknya. Prajurit juga terbantu saat akan melepaskan anak panah, karena bendera bisa menunjukkan arah angin.
Dalam pertempuran, bila prajurit pembawa bendera terbunuh atau terluka, prajurit lain akan segera “menyelamatkan” bendera itu sebelum dirampas musuh. Maklumlah, jika bendera terampas, tamat pula pasukannya. Bahkan bendera yang jatuh melambangkan pula kekalahan suatu negara.

Sunday, January 27, 2013

BURTON AGNES HALL : Rumah hantu terkenal di Inggris.



Bahwa Inggris terkenal dengan rumah-rumah hantu kiranya bukan berita baru lagi. Apakah hantu-hantu “asli” ataukah hanya bayangan orang ketakutan, entahlah. Namun cerita-cerita hantu ini kami kutip dari buku “Haunted Houses” karangan Aidan Chambers. Mengenai “kebenarannya” penulis buku juga tidak berani memberi jaminan, tetapi ceritanya toh cukup ngeri untuk jangan dibaca menjelang tidur.

Burton Agnes Hall
Owd Nance dan tengkoraknya
Burton Agnes Hall ialah rumah gaya Jacobian di East Riding Yorkshire. Letaknya dekat dengan desa kecil antara Bridlington dan Driffield.
Rumah itu dibangun oleh tiga bersaudara perempuan. Mereka tidak pernah menikah dan waktu ayah mereka meninggal, mereka ditinggali warisan lumayan besar.
Salah satu dari ketiga saudara itu, Anne, merasa bahwa mereka harus membangun rumah yang sesuai dengan kekayaan dan martabatnya. Untuk mewujudkan ide itu mereka minta bantuan arsitek tukang-tukang seniman paling hebat. Pekerjaan mereka diteliti sampai detail-detail terkecil. Menurut orang-orang yang tinggal di sekitarnya, Owd Nance masih berkeliaran di situ sampai sekarang. Semuanya gara-gara gelandangan.
Peristiwa ini terjadi ketika rumahnya sudah selesai. Semua dibuat seperti yang diharapkan. Pada suatu hari Anne pergi berkunjung ke keluarga St. Quintin yang tinggal tak jauh dari Harpham. Ia pergi seorang diri, biar pun ia harus berjalan kaki sekitar 2 km bersama anjingnya.

Apa Bedanya Hewan Berdarah Panas dan Hewan Berdarah Dingin?

Hawk Moth
Hewan berdarah dingin adalah hewan-hewan yang suhu tubuh mereka diatur oleh lingkungan di sekeliling mereka sementara itu hewan berdarah panas suhu tubuhnya tetap relatif konstan karena adanya mekanisme internal. Perbedaan besar lain antara kedua jenis hewan ini adalah bahwa hewan berdarah panas membutuhkan lebih banyak makanan. Istilah "berdarah-dingin" dan "berdarah-panas" seringkali disalahpahami sebab darah hewan berdarah dingin sebenarnya tidaklah dingin, hanya saja memang suhunya berubah-ubah sesuai dengan suhu lingkungan di sekelilingnya. Istilah yang lebih akurat adalah "ektothermis" bagi "berdarah-dingin" dan "endothermis" atau "homeothermis" bagi  "berdarah-panas". Istilah lain untuk hewan-hewan ektothermis adalah "poikilotherms" yang artinya hewan-hewan yang memiliki berbagai suhu tubuh.

Apa sih yang dimaksud dengan mamihlatinatapai?

Di siang yang panas, udara di dalam kamar terasa tak tertahankan. Padahal pintu dan jendela sudah dibuka lebar-lebar. Andi yang sedang berba...