![]() |
| Pelangi Horizontal |
Pelangi memang
fenomena alam yang dikenal akrab dalam kehidupan sehari-hari sebagai benda
indah berbentuk busur warna-warni yang serasi. Pelangi seolah-olah
menghubungkan langit dan bumi. Barangkali karena itu dalam dongeng rakyat ia
dipercaya sebagai tangga bagi turun-naiknya para bidadari jelita dari kayangan
menuju arcapada (bumi), untuk mandi atau mengambil air buat persediaan di
kayangan.
Fenomena alam itu kerap muncul ketika hari hujan. Tetapi sebenarnya tak
hanya berlaku bagi air hujan, juga semburan air laut saat kapal melesat
kencang, pendaran air di sekitar air terjun, bahkan tetes-tetes embun di jaring
laba-laba, dsb.
Sinar matahari yang putih sesungguhnya gabungan dari berbagai sinar –
merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu – yang panjang gelombangnya
berbeda-beda. Pelangi muncul ketika sinar matahari mengenai setetes bola air,
lalu tiap unsur warnanya mengalami pembelokan dengan sudut yang berbeda-beda
sampai tiga kali. Pertama, ketika menembus dinding bola titik air. Kedua,
sewaktu direfleksikan pada dinding dalam bola itu, dan ketiga saat meninggalkan
bola air, kembali ke udara. Karena gelombangnya terpanjang, sinar merah muncul
pada sisi terluar busur pelangi, sedangkan sinar hijau yang memiliki gelombang
terpendek, paling dalam.






