Wednesday, March 27, 2013

MEMANCING DI UDARA


Umumnya orang memancing di suatu perairan dalam posisi menunduk dan mendongak sesekali. Siapa tahu umpan perlu diganti atau untuk mengetahui ikan apa yang menyangkut di mata kail. Tapi di Pangandaran, Jawa Barat, posisi memancing di udara dilakukan secara kebalikannya, yaitu mendongan terus dan sesekali menunduk melihat hasilnya.
Itulah salah satu atraksi di objek wisata itu. Di tengah kerimbunan dan kesunyian hutan cagar alam seluas ± 500 ha hidup ribuan kalong, sejenis kelelawar raksasa dengan bentang sayap 1-2 m. Hewan peronda ini (siang tidur, malam kelayapan) keluar dari peraduannya menjelang petang hari. Taburan kalong di atas langit Pananjung menuju arah barat untuk mencari makan itu seperti mosaik di lembayung senja. Hal yang sama tapi dengan nuansa berbeda terjadi pada pagi hari.
Apabila angin musim timur tiba, yaitu antara April – September, itulah saatnya orang memancing. Beberapa anak muda, bahkan orang tua, berduyun-duyun “melempar” mata kail dan berharap memperoleh “ikan” berupa kalong tadi. Di samping sebagai obat tradisional, daging kalong enak dimakan.
Berhubung sasarannya ada di udara, maka sebagai pancingnya digunakan layang-layang. Dengan demikian, pada petang hari di atas langit Pangandaran bertaburan layang-layang. Bukan festival yang memang juga di adakan di situ, tetapi layang-layang itu adalah “pancing-pancing” yang siap memangsa kalong. Mata kailnya dipasang di bawah layang-layang, kira-kira berjarak 10-20 m dengan jumlah puluhan. Kalong-kalong di sana memang terbangnya rendah.
Dengan bantuan angin timur, layang-layang bisa dikendalikan untuk mengubek-ngubek langit Pangandaran yang berisi ribuan kalong. Kadang kala sekali sabetan dapat menggaet dua sampai tiga ekor kalong. Kalong-kalong tersebut akan menggelepar-gelepar bersama layang-layangnya. Terkadang tersungkur di atas pohon, jatuh di atas jalan atau atap rumah, atau mendarat di atas kebun orang.
Nah, siapa yang berminat dengan olahraga yang menggabungkan dua keterampilan sekaligus ini (layang-layang dan memancing) bisa mencoba di Pananjung Pangandaran. Bagi yang hobi memancing, bisa dijadikan selingan. (Lili Agustian)


Sumber: Intisari

Apa sih yang dimaksud dengan mamihlatinatapai?

Di siang yang panas, udara di dalam kamar terasa tak tertahankan. Padahal pintu dan jendela sudah dibuka lebar-lebar. Andi yang sedang berba...