Sunday, March 4, 2012

KELAPA KEHILANGAN PAMOR


Selama ribuan tahun penduduk daerah tropis tergantung pada kelapa. Buah itu memang banyak manfaatnya, bahkan ada orang mengira, manusia tidak bisa berkembang tanpa kelapa.

Kopra yang sedang dijemur
Pohon kelapa mempunyai peran yang penting di Filipina. Sepertiga penduduknya hidup dari kelapa, terutama kopra. Batang kelapa juga dipakai sebagai tiang rumah dan daunnya untuk atap. Sabutnya diolah menjadi keset dan tali. Batoknya dibuat mangkuk, sendok, bahkan kancing baju. Belum lagi airnya yang lezat.

Istana kelapa di Manila
Tahukah Anda bahwa mesin kendaraan khas Filipina, jeepneys, (jeep tentara yang diubah menjadi bis kecil) berjalan dengan bahan bakar campuran solar dan minyak kelapa? Sementara itu, makanan khas Filipina, pinakbet, dibuat dari santan dan dibakar dengan oven yang dipanasi arang batok. Wajarlah bila bank dagang terbesar di Filipina adalah Bank Persatuan Petani Kelapa. Imelda Marcos, istri bekas Presiden Marcos, menghargai kelapa dengan cara membuat istana kelapa yang serba mahal di Manila.
Filipina memang mempunyai kebudayaan kelapa. Hampir seluas dua juta hektar Kepulauan Filipina ditanami kelapa. Setiap tahun Filipina menghasilkan sekitar dua belas milyar butir kelapa.
Negara lain seperti Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, dan Kepulauan Pasifik juga merupakan negara kaya pohon kelapa. Dulu di Sri Lanka akar pohon kelapa dipakai sebagai penggosok gigi. Hubungan erat antara penduduk Asia tropis mungkin sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Cocos nucifera, nama ilmiah kelapa itu, memang mempunyai sifat khusus.
Tidak ada jenis palem-paleman lain yang mempunyai buah sedemikian besar. Kelapa penuh dengan lemak, sehingga tanaman muda dapat bertunas tanpa tergantung pada lingkungannya. Sabut kelapa melindungi biji dan juga memberikan daya apung. Kelapa bisa terapung-apung di laut selama berbulan-bulan sebelum mendarat dan tumbuh di pulau yang terpencil. Pasir, air, dan suhu tropis sudah cukup menyuburkan pohon kelapa. Atol-atol di Pasifik kadang-kadang hanya ditumbuhi pohon kelapa. Ketika Gunung Krakatau mulai aktif tahun 1927 dan menyembulkan pulau berkawah lagi, penghuni pertama pulau itu adalah kelapa.

Lolos berkat kelapa
Jenis palem “saudara” kelapa tumbuh di Amerika Selatan, tetapi tidak mempunyai buah sebesar kelapa. Menurut Thor Heyerdahl, kelapa berasal dari Suku Indian dan berkembang menuju Pasifik. Para ahli botani menganggap teori itu tidak masuk akal. Biarpun sekarang di mana pun di Amerika Selatan tumbuh pohon kelapa, buah itu tentu baru akhir-akhir ini saja sampai di sana.
Buktinya di Amerika Selatan semula hanya ada satu jenis palem, padahal banyak sekali jenis kelapa di Pasifik.
Banyaknya ras menunjukkan bahwa kelapa sudah ada sejak lama. Petunjuk lain bahwa kelapa tidak asli Amerika Selatan terlihat dari kebiasaan penduduk setempat. Peneliti alam abad lalu, Wallace, melihat bahwa penduduk Brazil memanfaatkan kelapa hanya sebagai makanan iseng. Mereka belum mengetahui manfaat kelapa yang lain.
Sementara itu, penemuan fosil “kelapa purba” di Selandia Baru memberi ide bahwa kelapa berkembang di sana. Berkat daya apungnya, kelapa mencapai Benua Asia. Daya apung kelapa juga pernah dengan cerdik dimanfaatkan manusia. Seorang narapidana Pulau Setan, sebuah pulau penjara Prancis dekat Guyana, berhasil meloloskan diri dengan berpegang kuat pada jaring yang diisi penuh dengan kelapa.
Ahli kelapa, Hugh Harries menduga kelapa sudah ada sejak zaman purba. Air kelapa yang penuh mineral, dan buahnya yang kaya lemak, memperbesar kesempatan hidup orang purba ketika menyusuri pantai. Menurut Harries, membuka buah kelapa ternyata memperhalus tangan manusia purba. Ialah satu-satunya ilmuwan yang percaya bahwa kelapa sudah ada sejak cikal bakal manusia hadir di bumi.

Menembak pohon kelapa seperti membunuh orang
Sejak Vasco da Gama dari Portugal berhasil berlayar ke India pada abad ke-15, kelapa menyebar ke bagian lain daerah tropis. Orang Portugal seakan-akan melihat “coco” atau masker yang mempunyai tiga “mata”. Mereka segera menemukan manfaat kelapa. Di Sri Lanka, para pemilik kelapa harus membayar pajak.
Seorang bangsa Belanda yang datang ke Sri Lanka kemudian melihat bahwa orang Portugal sangat menghargai jenis pohon palem itu. Kalau ada yang iseng menembak pohon kelapa sehingga layu, orang itu dianggap telah menembak mati seorang manusia. Ketika orang Spanyol menjajah Filipina pada abad ke-17, penduduk dipaksa untuk menanam kelapa sebanyak-banyaknya. Arang batok kelapa dipakai untuk membuat perahu kedap air, sedangkan sabutnya digunakan sebagai tali kapal.
Sejak pertengahan abad lalu, para penjajah tersebut membuka kebun kelapa besar-besaran di Timur Jauh. Kopra menjadi komoditi terpenting dari pohon kelapa. Lemaknya digunakan, baik untuk konsumsi maupun industri. Arti kopra bertambah penting ketika diketahui bahwa minyak kelapa mengandung 10% gliserin, bahan pembuat dinamit (nitrogliserin). Selama perang dunia I, permintaan akan kopra tinggi sekali.
Sampai sekarang, minyak kelapa masih tetap penting, walaupun tidak seperti dulu. Soalnya ada saingannya, misalnya minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak kelapa sawit, dan lemak hewani. Orang juga tidak memakai minyak kelapa untuk margarin. Apalagi konon lemak jenuh tidak baik untuk jantung dan pembuluh darah. Kini Amerika Serikat hanya memakai tidak lebih dari 20% minyak kelapa dalam industri makanan.
Biarpun minyak kelapa sekarang bisa dipakai untuk tujuan lain (membuat karet buatan dan insektisida misalnya), penggunaannya di Amerika sudah berkurang. Lima belas tahun terakhir ini perdagangan minyak kelapa terus guncang. Tahun 1972, harga minyak kelapa turun dari Rp. 480.000 menjadi Rp. 218.000 per ton. Pada tahun 1974 harganya naik lagi karena orang kekurangan minyak nabati. Namun sementara ini masa depan minyak kelapa cukup sulit. Untuk negara seperti Filipina hal ini merupakan malapetaka, karena itulah di sana orang berbicara tentang krisis kelapa.

Bahaya ras super
Pohon kelapa dulu dianggap penting bagi perekonomian dunia, sehingga banyak penelitian botani menyangkut kelapa. Cocos nucifera termasuk dalam jenis tanaman yang terkenal sehingga pada jenis ini dilakukan percobaan-percobaan penyilangan. Kini ada tanaman kelapa yang bisa berbuah dua ratus butir hanya dalam lima tahun. Bahkan ada yang sampai 400 buah per pohon setiap tahun. Pohon kelapa ras modern juga pendek, sehingga orang dapat memetik buahnya dengan mudah.
Menanami daerah dengan ras super ada bahayanya, juga karena kemungkinan ras super terserang penyakit lebih besar jika dibandingkan dengan kelapa “pribumi”. Dalam waktu singkat, kebun kelapa seperti itu bisa musnah. Banyak sekali wabah dan penyakit yang mengancam kelapa. Kumbang badak bisa menghabiskan daun-daun muda sampai ke sumsumnya sehingga kelapanya mengering. Sedangkan kumbang kelapa bertelur dalam batang kelapa dan larvanya membuat lubang di sana. Kadang-kadang sampai batangnya patah. Babi juga suka pohon kelapa muda.
Baru-baru ini peneliti Inggris menanam kultur jaringan sel kelapa. Ternyata bisa tumbuh menjadi kelapa lengkap dengan bantuan bahan pengatur pertumbuhan seperti auksin dan sitokinin. Teknik itu dipakai untuk menggandakan ras yang resisten terhadap penyakit tertentu dalam waktu singkat.
Lain negara, lain cara panjatnya.
Biarpun demikian, masa depan kelapa di bagian terbesar dunia semakin tidak jelas. Selama dunia ketiga terus berkembang, produk kelapa akan diganti dengan produk industri. Atap daun kelapa diganti dengan seng bergelombang, sabut kelapa diganti dengan bahan buatan dan sebagainya. Penduduk daerah tropis tetap menganggap kelapa itu penting, kelapa masih dianggap sebagai pohon kehidupan dan dipakai dalam upacara yang sudah ada sejak berabad-abad lalu.
Orang Hindu memakai kelapa muda dalam semua upacara keagamaan. Sesajen tidak lengkap tanpa kelapa. Kalau anggota keluarga pria pergi jauh, ia dibekali kelapa oleh ibu, istri, atau saudara perempuannya. Karena tidak ada buah lain yang lebih mirip dengan kepala manusia, maka kelapa juga dipakai sebagai simbolis kurban manusia.
Di India, buah kelapa juga dianggap sebagai simbol dewa utama, Shiva. Soalnya, kelapa mempunyai tiga mata seperti Shiva. Di beberapa daerah di Indonesia, pasangan pengantin harus minum dari batok kelapa yang sama sebagai tanda persatuan.
Relief kelapa di candi
Di daerah pedesaan Jawa, pada saat bayi lahir ari-arinya ditanam bersama kelapa. Kelapa itu kemudian disirami dengan air yang digunakan untuk membersihkan tali pusar. Di Sulawesi, kelapa ditanam oleh wanita tua yang mempunyai banyak anak, dengan harapan pohon itu akan sama subur seperti dirinya. Di Indonesia, dulu kelapa juga digunakan untuk mencuci kaki tamu atau orang yang tidak bersih. Para kanibal di daerah terpencil juga mengganti kepala korbannya dengan kelapa. (Sjon Hauser)





Detil artikel: diambil dari majalah Sigma No. 32. Terbit tahun 1988.

Apa sih yang dimaksud dengan mamihlatinatapai?

Di siang yang panas, udara di dalam kamar terasa tak tertahankan. Padahal pintu dan jendela sudah dibuka lebar-lebar. Andi yang sedang berba...