Monday, December 12, 2011

MENGAPA WARNA MERAH DIPAKAI SEBAGAI TANDA BAHAYA?


Di depan lampu merah mobil harus berhenti. Di jalan yang sedang diperbaiki juga dipasang lampu merah supaya bisa menarik perhatian orang. Selain itu, di atas pintu keluar gedung bioskop, di puncak menara, juga dipasang lampu merah sebagai tanda.

Mengapa memakai lampu merah? Selain cahaya merah itu jelas dan menyolok, masih ada sebab lainnya yang lebih penting bila ditilik dari sudut ilmu cahaya.

Sebagaimana telah diketahui, cahaya putih itu terdiri dari tujuh macam warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Ketika memancar, berbagai warna cahaya itu mempunyai gelombang yang berlainan. Di antara cahaya-cahaya itu, cahaya merahlah yang gelombangnya paling panjang dan bisa menembus banyak butir yang halus seperti rintik hujan, debu, dan kabut. Gelombang cahaya ungu paling pendek dan daya tembusnya paling kecil. Waktu cahaya putih memancar pada banyak butir halus, maka timbullah gejala menyebar. Keadaan penyebaran itu berbeda-beda sesuai dengan panjang gelombang yang berlainan pula. Cahaya yang lebih pendek gelombangnya seperti cahaya ungu dan biru mudah menyebar dan tidak bisa menembus butir halus. Sedangkan cahaya yang panjang gelombangnya seperti cahaya merah tidak mudah menyebar dan bisa menembus butir halus itu. Inilah sebabnya kita bisa melihat cahaya matahari yang merah melalui awan pagi.

Demikian juga pada cuaca berkabut, matahari kelilhatannya merah dan melalui kaca baur, cahaya lampu menjadi merah. Oleh sebab itu cahaya merah bisa digunakan secara luas sebagai tanda bahaya.

Apa sih yang dimaksud dengan mamihlatinatapai?

Di siang yang panas, udara di dalam kamar terasa tak tertahankan. Padahal pintu dan jendela sudah dibuka lebar-lebar. Andi yang sedang berba...