Thursday, April 21, 2011

BAGAIMANA RUMOR DIMULAI?

Banyak orang yang mencoba untuk tidak mendengarkan gosip di kantor atau tidak membaca rumor terbaru yang tersebar di Internet, namun dewasa ini nyaris mustahil untuk bisa tidak mendengar satu pun rumor yang ada. Apakah itu tentang bos yang kabarnya hendak menutup semua divisi atau tentang seorang publik figur yang membuat pengakuan yang mengejutkan, sebagian besar rumor dimulai dari klaim meragukan dari “temannya teman” atau kata-kata yang didengar oleh orang dalam yang menduga-duga. Setelah dari situ, berita itu jadi tebak-tebakan setiap orang.

Beberapa rumor dimulai dari salah informasi yang disengaja. Apakah itu seorang pegawai yang tidak puas, pesaing dalam urusan asmara atau pesaing yang cemburu, seseorang yang berniat jahat akan memulai putaran roda rumor dengan cara membuat sebuah pernyataan palsu atau menambahkan bagian cabul dari gosip ke kuping yang tepat. Sekali orang-orang ini memulai desas-desus, rumor itu akan hidup dengan sendirinya dengan hanya ada sedikit upaya untuk mengecek fakta. Pada saat rumor memasuki arus utama percakapan, maka rumor itu akan benar-benar dilebih-lebihkan atau perinciannya akan semakin tidak menyenangkan.

Permulaan rumor lainnya adalah melalui salah interpretasi terhadap fakta-fakta. Seorang sekretaris mungkin menguping sebagian percakapan antara bosnya dengan direktur kepegawaian dan ia salah mengartikan percakapan itu sebagai sebuah persiapan penghentian kerja secara besar-besaran, misalnya. Ketika orang-orang mencari jawaban pasti dalam ramainya desas desus, fakta kecil atau tidak signifikan pun bisa tiba-tiba menjadi makanan utama rumor baru. Kurangnya informasi kongkrit dari sumber yang terpercaya bisa membuat pihak-pihak yang berkepentingan akan sangat mengandalkan rumor dan ucapan tidak jelas alih-alih mengasumsikan bahwa tidak ada berita artinya berita baik (<em>no news is good news</em>).

Ada beberapa kejadian dimana rumor dimulai dari sesuatu yang benar-benar nyata, namun fakta-fakta yang ada terlalu bercampur baur dengan gosip atau salah informasi terlalu banyak dipakai. Rumor-rumor yang berkaitan dengan politikus atau publik figur lainnya seringkali sebenarnya mengandung beberapa kebenaran namun perinciannya dengan sengaja dibesar-besarkan atau malah sebaliknya ditutup-tutupi bergantung pada pandangan atau bias orang terkait. Sayangnya, banyak orang menganggap rumor lebih menarik ketimbang fakta, akibatnya banyak media yang lalu menyebarkan rumor untuk mendongkrak penjualan dan menarik lebih banyak pelanggan.

Kadangkala rumor akan hilang dengan segera setelah fakta yang sebenarnya muncul ke permukaan dan orang-orang kehilangan minat untuk terus membicarakan sebuah mitos atau gosip. Ada juga kejadian dimana penyebar rumor keburu dianggap tidak dipercaya sebelum rumornya sempat menyebar. Sayangnya, beberapa rumor memang kemudian memperoleh daya tariknya lagi dan bercampur-campur dengan fakta yang sesungguhnya sampai akhirnya seorang yang berwenang dan bisa dipercaya menjernihkannya atau subjek terkait bisa menjelaskan hal yang sebenarnya di hadapan publik.

(diterjemahkan dari wisegeek.com)

Apa sih yang dimaksud dengan mamihlatinatapai?

Di siang yang panas, udara di dalam kamar terasa tak tertahankan. Padahal pintu dan jendela sudah dibuka lebar-lebar. Andi yang sedang berba...