Tuesday, April 19, 2011

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN “SOULMATE”?

Jika mendengar kata “soulmate”, yang pertama muncul dalam benak adalah istilah yang diajarkan oleh para “guru” dalam aliran New Age. Jika Anda pernah membaca buku-buku karangan pengarang Amerika Richard Bach, Anda mungkin sudah mengerti apa yang dimaksud dengan soulmate. Menurut Bach, dan banyak penulis lain sebelum dirinya, seorang soulmate adalah sebuah kembaran jiwa, seseorang yang memiliki kecocokan dalam cinta dan persahabatan yang maknanya jauh di atas kecocokan dalam arti yang dangkal. Pada kenyataannya, seorang soulmate tidak harus berbagi selera musik atau pakaian yang sama, atau bahkan mengiyakan gaya hidup Anda, namun dia memiliki sesuatu yang melengkapi diri Anda dan membuat Anda terasa utuh.

Konsep soulmate bukanlah konsep baru. Dalam “Symposium”, Plato merujuk soulmate dengan menggunakan analogi manusia yang pada awalnya memiliki empat kaki dan empat tangan, hingga Dewa Yunani Zeus membelahnya dan memisahkannya di atas dunia. Sejak saat itu, orang-orang selalu mencari separuh diri mereka itu, berusaha menjadi seorang manusia yang utuh lagi.

Konsep aliran New Age mengenai soulmate mirip dengan gagasan Plato, kecuali dalam New Age teori mengenai soulmate ini menyatakan bahwa ada kemungkinan seorang soulmate pernah menjalani masa kebersamaan dengan Anda di kehidupan Anda sebelumnya. Konsep reinkarnasi sangat erat kaitannya dengan penjelasan mengapa seorang soulmate terasa “akrab” sejak pertama kali Anda melihatnya, sekalipun Anda belum pernah bertemu dengannya.

Istilah “my better half” memiliki makna yang mendalam dalam teori soulmate. “Better half” Anda bukan sekadar seseorang yang berbagi kehidupan dengan Anda, namun juga orang yang bisa membuat diri Anda utuh. Berdasarkan hal itu, seorang soulmate bisa saja seseorang yang memiliki karakteristik yang kurang dalam diri Anda. Ketika Anda bersamanya, Anda saling melengkapi satu sama lain dengan sempurna.

Konsep soulmate ini sudah banyak diekplorasi dalam film-film. Satu contohnya adalah film Serendipity di mana Kate Beckinsale dan John Cusack selalu saja “nyaris” bertemu satu sama lain di sepanjang film karena mereka sangat “terhubung” erat satu sama lainnya dan kehidupan mereka saling bersilangan dengan cara yang misterius. Pada akhir film, tokoh-tokoh itu pada akhirnya menyadari bahwa mereka adalah soulmate satu sama lainnya, dan mengambil keputusan akhir yang membuat mereka bisa bersatu.

(Sumber: www.wisegeek.com, Foto: Kompasiana)

Apa sih yang dimaksud dengan mamihlatinatapai?

Di siang yang panas, udara di dalam kamar terasa tak tertahankan. Padahal pintu dan jendela sudah dibuka lebar-lebar. Andi yang sedang berba...