Tuesday, April 19, 2011

BAGAIMANA CARANYA MEMPERBAIKI SEBUAH HUBUNGAN?

Sudah sewajarnya masalah muncul ketika orang berinteraksi dengan orang lain. Kadangkala situasi yang bermasalah itu seakan-akan sedang menuju ke titik dimana hubungan tidak mungkin bisa diperbaiki lagi. Jika hubungan itu berharga bagi kehidupan Anda, Anda harus menyelamatkannya. Untuk memperbaiki sebuah hubungan, ada tiga alat yang harus Anda miliki: kemampuan mendengarkan, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan untuk berkompromi.

Metode yang tepat untuk memperbaiki sebuah hubungan bergantung pada beberapa faktor, antara lain sifat hubungan Anda dengan orang lain, besarnya kerusakan yang telah terjadi, dan hasrat untuk mencari solusi bersama. Disamping variabel-variabel ini, ada juga beberapa kemampuan yang cenderung diperlukan untuk memperbaiki sebuah hubungan. Misalnya, untuk memperbaiki sebuah hubungan Anda harus menghilangkan asumsi-asumsi. Anda mungkin mengira bahwa orang lain tahu apa yang Anda rasakan atau Anda dan dia memikirkan hal yang sama. Anda berdua bisa jadi keliru akan hal itu, jadi hal terbaik adalah menghilangkan sikap menduga-duga dan teori-teori, mulailah mengkomunikasikannya.

Sangatlah sulit untuk memperbaiki sebuah hubungan jika Anda tidak mengetahui apa sebenarnya masalahnya. Anda mungkin akan terkejut ketika mengetahui bahwa pada sebagian besar kasus, dua orang dalam sebuah situasi sebenarnya memusatkan perhatian mereka masing-masing pada perihal yang berlainan. Ini merupakan hambatan utama dalam mencari solusi. Kesalahpahaman ini bisa dihilangkan jika Anda mau mendengarkan dengan pikiran yang terbuka. Anda tidak perlu setuju, namun Anda harus secara jelas memahami maksud orang lain dan Anda harus menyadari bahwa perasaan atau pikiran yang Anda dengar itu merupakan hal yang benar bagi orang itu.

Komunikasi memerlukan dua orang. Sebagian masalahnya barangkali karena Anda tidak secara jelas mengemukakan permasalahan Anda. Jangan berpikir bahwa berbagai argumen bisa membuat pandangan yang Anda kemukakan akan menjadi jelas.  Argumen-argumen biasanya merupakan bentuk pertukaran informasi yang kontraproduktif. Daripada Anda melakukannya, lebih baik Anda mencoba bersikap tenang dan menjelaskan posisi Anda secara menyeluruh.

Sebagian besar orang memiliki kecenderungan alamiah untuk merasa benar. Anda mungkin tidak menyadari bahwa hasrat ini sangat kuat dan hal ini bisa membuat Anda menjadi seorang partisipan yang bersikap tidak masuk akal dalam sebuah hubungan. Kadangkala mungkin Anda memang benar atau gagasan Anda-lah yang terbaik namun terlibat dalam sebuah hubungan kadangkala mengharuskan Anda untuk bisa mengakomodasi gagasan orang lain. Sadarilah bahwa tidak semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginan Anda dan Anda harus mau berkompromi.

(sumber: www.wisegeek.com)

Apa sih yang dimaksud dengan mamihlatinatapai?

Di siang yang panas, udara di dalam kamar terasa tak tertahankan. Padahal pintu dan jendela sudah dibuka lebar-lebar. Andi yang sedang berba...