Pertanian dimulai sekitar 10.000
tahun yang lalu di sebuah wilayah bernama Fertile Crescent atau Sabit Subur, di
wilayah yang saat ini mencakup Irak, Siria, dan Yordania. Pada masa itu, total
jumlah penduduk di seluruh dunia hanyalah sekitar lima juta orang. Manusia pada
masa itu telah memiliki pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai teknik berburu
dan mengumpulkan makanan semisal membuat perahu, membuat alat-alat, ilmu
tanaman, dan lain-lain, namun perubahan yang memang telah diduga sebelumnya
kemudian terjadi – Zaman Es berakhir sehingga es menghilang dan daratan-daratan
seperti pegunungan bisa dijelajahi seiring dengan meningkatnya muka air laut
dan mengeringnya lautan-lautan yang ada di daratan. Peristiwa ini mengakibatkan
timbulnya migrasi manusia secara besar-besaran.
Karena semua orang berpindah-pindah,
secara alamiah orang-orang akan berkerumun di perbatasan-perbatasan antar
benua. Wilayah Sabit Subur merupakan wilayah semacam itu yang terletak di antara
Eropa, Asia, dan Afrika. Di wilayah inilah peradaban dan pertanian muncul.






